Kompresi All-In Cost of Funds 18–35 bps Tanpa Mengurangi Kecepatan Pencairan POS Real-Time.
Perusahaan multifinance konsumer mencairkan 20.000+ kontrak pembiayaan HP, elektronik, dan Cash Loan setiap hari kerja dalam waktu < 60 detik memakai Intraday Working-Capital Float—lalu harus me-refinance Rp 150–250 Miliar sebelum cutoff bank sore hari. Optia mengintegrasikan Real-Time Dual-Price Pre-Tagging, 5 Model MILP Refinancing Batch (Joint Financing, Channeling, Fidusia Drawdown), dan Rencana ALM 13-Minggu dalam satu mesin matematis.
- Platform
- Optia Institutional
- Solver Engine
- HiGHS Exact MILP / LP
- Arsitektur
- <60s POS + T+0/T+1 Batch
- Instrumen
- JF · Channeling · Fidusia · PUB
- Kepatuhan
- OJK POJK 35/46 · AHU
Arsitektur Operasional Dua-Kecepatan (Two-Speed Multifinance Pipeline)
Bank partner Joint Financing maupun Channeling tidak melakukan transfer dana per satu transaksi smartphone di kasir. Optia memisahkan kecepatan pencairan nasabah di titik penjualan (Leg 1) dari optimasi Refinancing Batch Treasury harian (Leg 2), namun mengikat keduanya secara matematis melalui Shadow Price dari rencana ALM 13-minggu.
Saat kontrak disetujui di merchant (Pusat Ponsel Nusantara, Elektronik Sentosa) atau aplikasi Cash Loan, dana langsung dicairkan memakai Intraday Working-Capital Float perusahaan. Dual-Price Router mengevaluasi kelayakan RAC/SLIK dan menetapkan pre-tag fasilitas pendanaan paling efisien.
| Segmen Kontrak | Pre-Tag Tujuan | Skor Dual |
|---|---|---|
| POS Smartphone (12m · Kol 1) | JF Samudra Raya (95% Bank) | 9.41% |
| Cash Loan Multiguna (18m) | Channeling Nusa Dana (Off-Bal) | 8.93% |
| POS Elektronik Syariah (9m) | JF Barokah Syariah (Wakalah) | 9.83% |
Sebelum cutoff bank harian, ribuan kontrak yang telah cair beserta antrean Carry-Over dikonsolidasikan ke dalam Refinancing Batch. Solver HiGHS mengalokasikan portofolio ke JF, Channeling, dan Drawdown Bank Fidusia untuk me-reimburse Intraday Float pada T+0/T+1.
| Jalur Tranche | Alokasi | Perlakuan Neraca |
|---|---|---|
| Joint Financing (4 Bank Partner) | Rp 86.2 Bn | 92–99% Off-Balance |
| Channeling (2 Bank Partner) | Rp 38.4 Bn | 100% Off-Balance |
| Term Loan & Revolver Fidusia | Rp 42.0 Bn | On-Bal · 108% AHU |
Lima Formulasi Objektif MILP & Benchmark Suite Sekaligus
Mandat Treasury berubah mengikuti posisi kas harian, jadwal pelaporan OJK kuartalan, dan volatilitas suku bunga. Optia menyediakan 5 model matematis yang dapat dieksekusi secara individual atau dijalankan serentak dalam satu klik ("Run all 5 models & compare"):
Balanced Multi-Objective (Pareto)
Menyeimbangkan kompresi bunga efektif, probabilitas First-Pass Acceptance bank partner (SLIK/KYC), penghematan kapasitas OJK Gearing Ratio, dan kecepatan pencairan T+1 secara simultan.
Simulasi Pro-Forma Penghematan Biaya Pendanaan & Modal Kerja
| Kompresi All-In Cost of Funds | −24.1 bps p.a. |
| Dampak Laba Sebelum Pajak per Kuartal | +Rp 6.9 Bn / qtr |
| Intraday Float Bebas dari Antrean Carry-Over | +Rp 16.2 Bn |
| Penghematan Ruang OJK Gearing Ratio | −0.26× leverage |
Perbandingan Teknis: Waterfall Statis vs. Alokasi Matematis Optia
| Dimensi Operasional | Alokasi Waterfall Statis / Spreadsheet | Optia Institutional MILP Engine |
|---|---|---|
| 1. Pengendalian Kuota Mingguan | Menghabiskan seluruh kuota Joint Financing termurah pada batch Senin–Selasa; memaksa batch Kamis–Jumat memakai Revolver mahal atau Own Cash. | Membagi kuota mingguan secara proporsional per hari kerja tersisa dan menyuntikkan Shadow Price (λ) dari rencana 13-minggu ke router real-time. |
| 2. Risiko Penolakan (Drop) SLIK Kol 2 | Mengirim kontrak SLIK Kol 2 atau skor tipis secara acak ke bank JF ketat, memicu penolakan (Drop) 12–18% dan menahan modal di Intraday Float. | Model Acceptance-Aware MILP mengelompokkan mikro-bucket kualitas dan mengalokasikan kontrak sensitif ke channel dengan tingkat akseptasi tertinggi. |
| 3. Beban Ekuitas & Gearing OJK | Hanya membandingkan kupon bunga nominal; mengabaikan beban modal ekuitas atas piutang On-Balance terhadap batas Gearing Ratio OJK ≤ 10×. | Memperhitungkan Capital Charge eksplisit 1,60% p.a. (16% CoE ÷ 10×): 100% pada Drawdown/Own Cash, 1–8% pada retensi JF, dan 0% pada Channeling. |
| 4. Jaminan Fidusia & Substitusi DPD | Rekonsiliasi spreadsheet manual untuk rasio agunan 105–110% dan keterlambatan identifikasi kontrak yang melewati batas DPD >60/90 hari. | Pencegahan otomatis double-pledging, pemantauan Borrowing Base real-time, dan peringatan kewajiban substitusi mingguan per fasilitas. |
Otorisasi Akses Terminal Interaktif (4 Persona Eksekutif & Operasional)
Pilih salah satu otorisasi role di bawah ini untuk masuk ke terminal Optia dengan data sintetis PT Nusantara Konsumer Finance (fiktif). Anda dapat berpindah role kapan saja melalui pemilih otorisasi di sidebar kiri.
Head of Treasury / Treasurer
Otoritas penuh untuk menjalankan 5 model MILP pada Refinancing Batch harian (T+0/T+1) dan 13-Week Strategic Plan, mengatur bobot Pareto, mengunci kuota lender, dan menguji skenario stres makro.
- ■Jalankan & bandingkan 5 model MILP sekaligus (v1–v5 diff)
- ■Simulasi Real-Time POS Pre-Tagging Router (< 60 detik)
- ■Optimasi CVaR_90 & simulasi Monte Carlo 300 jalur likuiditas
Chief Financial Officer (CFO)
Otorisasi Maker-Checker atas alokasi Refinancing Batch harian, pemantauan penghematan All-In CoF (bps), pengawasan headroom OJK Gearing Ratio (≤ 10×), dan evaluasi kurva Efficient Frontier.
- ■Approve / Return alokasi Refinancing Batch (Maker-Checker)
- ■Audit kepatuhan OJK Gearing Ratio, Equity Ratio, & BMPK
- ■Analisis kurva Efficient Frontier (Biaya vs. Risiko Tail)
Funding & Fidusia Operations
Pengelolaan pool piutang Jaminan Fidusia (AHU Online 105–110%), penerbitan file manifest JF/Channeling sebelum cutoff bank (12:00–16:00 WIB), rekonsiliasi Accept/Drop, & substitusi kontrak DPD >60/90.
- ■Ekspor Manifest CSV JF/Channeling & Drawdown Notice per bank
- ■Rekonsiliasi respon bank (Accept / Drop) & antrean Carry-Over
- ■Eksekusi substitusi agunan Fidusia untuk kontrak DPD >60/90
Chief Executive Officer (CEO)
Tampilan ringkas tingkat direksi: penghematan biaya dana tahunan (Rp Miliar & bps), ketahanan likuiditas (survival horizon), serapan fasilitas bank, dan kepatuhan regulasi OJK.
- ■Ringkasan efisiensi NIM & penghematan Rp Miliar terhadap baseline
- ■Status kepatuhan seluruh financial covenant & konsentrasi grup bank
- ■Indikator ketahanan likuiditas pada skenario stres suku bunga & FX